Tampilkan postingan dengan label PERAWATAN MESIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERAWATAN MESIN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

PELUMASAN (SECARA UMUM)


pelumasan (secara umum)


Pada proses manufaktur,permukaan antara peralatan(tools),cetakan(dies) dan benda kerja biasanya mengalami berbagai macam keadaan.Secara garis besar antara lain:
a.Tekanan kontak,bervariasi mulai dari tekanan pada kondisi elastic hingga beberapa kali lipat tegangan luluh benda kerja.
b.Kecepatan relative,berfareasi mulai dari yang sangat lambat hingga sangat cepat
c.suhu proses,dapat berfareasi mulai dari sama dengan suhu ruangan hingga mendekati suhu leleh.

Jika dua permukaan saling berhadapan pada kondisi seperti diatas,tanpa lapisan pelindung pada antar mukanya,gesekan dan keausan akan menjadi sangat tinggi.Untuk mengurangi gesekan dan keausan,permukaan permukaan tersebut harus dijaga agar terdapat jarak diantaranya.Hal ini biasanya dilakukan dengan pelumasan pengerjaan logam,yang dapat berupa benda padat,semi padat atau cair.
Pelumasan pada pengerjaan logam baik cair atau padat tidak terbatas pada sifat-sifat fisik tertentu saja,melaikan juga sifat-sifat kimianya yang dapat bereaksi permukaan peralatan,cetakan dan benda kerja dan mengubah sifat-sifat reaksinya.
Jenis-jenis pelumasan

Terdapat empat jenis mekanisme pelumasan yaitu:
a.Lapisan film tebal:permukaan-permukaan seluruhnya dipisahkan oleh lapisan fluida yang tebalnya lebih besar satu orde daripada besaranya kekasaran permukaan.jadi tidak ada kontak logam diantra permukaan.
b.Lapisan film tipis: permukaan saling sedikit bergesekan karena lapisan fluida lebih tipis.pada kondisi ini terjadi sedikit gesekan dan keausan.
c.Pelumasan campuran: pada kondisi ini,sebagian besar beban ditahan oleh kontak antar loga dan sisanya beban ditahan oleh lapisan film fluida yang terdapat pada kantong-kantong permukaan logam.
d.Pelumasan lapis batas: disini beban ditumpu oleh kontak antar permukaan yang ditutupi oleh lapisan batas.

PERAWATAN MESIN BUBUT



Perawatan Mesin Bubut




Seperti pada umumnya mesin,maka mesin bubut memerlukan perawatan yang baik,agar ia dapat selalu siap untuk dioperasikan.Perawatan mesin produksi dilakukan secara umum dan khusus.Petunjuk perawatan umum pada mesin bubut biasanya telah diberikan oleh pabrik pembuat mesin,sedangkan perawatan khusu harus dicari berdasarkan pengalaman dan berdasarkan teori-teori mengenai perbaikan terhadap peralatan atau mesin.
  1. Perawatan Umum
    Untuk menjaga agar mesin tidak cepat rusak diperlukan perawatan dan pengoperasian yang benar dan seksama.prosedur perawatan mesin bubut ini adalah:
    1. Mesin bubut ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
    2. Dalam pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan mesin dan pemberian grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat mesin
    3. Setelah selesai mengoperasikan mesin,bersihkan bagian-bagian mesin dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin.
    4. Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer
    5. Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin,jangan sampai beram-beram yang halus dank eras terutama beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.
    6. Setelah selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin
  2. Perawatan khusus
    Perawatan khusus ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin.
    1. Motor utama (motor pembangkit)
      Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembnagkit yaitu:
  • Motor tidak mampu bekerja
    Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak mau bekerja:
    • Tegangan dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit rendah,sehingga tidak sanggup membangkitkan motor pembangkit
    • Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka diperlukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan motor pembangkit.
    • Sekring pada circuit breaker putus/terbakar,apabila terjadi hal yang demikian,maka gantilah sekring tersebut dengan yang baru dan spesifikasi yang sama.
    • Tidak sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.
    • Coil pada saklar terbakar
    • Tidak terjadi hubunga pada kontak limit switch
    • Rem motor tidak berfungsi secara baik
  • Motor cepat panas
    Ada dua penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi cepat panas yaitu :
    • Perbedaan tegangan
      Periksa tegangan listrik yang masuk
    • Beban motor yang berlebihan
      Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan dapat menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan pada motor pengerak,untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai dengan yang telah ditentukan
  1. Kepala tetap
    Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada keberhasilan pekerjaan mengunakan mesin bubut. Kerusakan yang umum terjadii pada kepala tetap mesin bubut di antaranya adalah:
    1. Putaran poros utaa tersendat-sendat
    2. Putaran poros utama terlalu berat
    3. Suhu atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi
    4. Terjadinya suara yang bising pada kepala lepas
    5. Tidak senter
  2. Eretan
    Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai berikut:
    1. Eretan sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan pemeriksaan baut-baut penyetel kerapatan eretan,apabila terlalu kuat longarkan baut-baut tersebut.
    2. Hasil pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karene adanya ganguan pada pinion gear.usaha mengetasinya ialah dengan memperbaki gigi pinion atau menganti gigi pinion yang baru
    3. Pemakanan pada benda kerjs tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan otomatis.hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros trasportir.
    4. Terlalu berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotonga menyilang.
    5. Tidak rata permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini kemungkinan di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan.
    6. Teralalu keras gerakan toolpost.hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak.
    7. Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
    8. Pompa pada apron sangat sulit dioprasikan.hal ini disebabkan minyak pelumas yang sudsh kotor.lakukan pembersian atau pengantian minyak pelumas serta membersihkan pipa-pipa salurannya.
  3. Kepala lepas
    Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selsms pelaksanan pembubutan. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya pengikat baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin.

PELUMAS MESIN


pelumas mesin bubut


Perawatan yang hati-hati dan benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin akan dapat menambah umur produktifitas mesin dan akan meningkatkan produktifitas serta efisiensi mesin.pelumasan harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan baik mengenai cara pelumasan,waktu pelumasan dan jenis minyak pelumas yang digunakan.
Untuk perawatan mesin-mesin perkakas yang presisi dan dioperasikan dengan secara terus menerus pelumasan harus dilakukan secara teratur dan kunatitasnya diperbanyak.juga mesin-mesin yang dioperasikan kadang-kadang melebihi kemampuanya harus dilakukan perawatan yang lebih intensif dan diperiksa secara berkesinambungan.untuk jenis pekerjaan yang dilakukan oleh mesin tersebut maka pelumasan menjadi hal yang sangat penting dan sangat utama.
Pengantian oli pelumas mesin tidak dapat dipastikan sama untuk semua mesin Karena tergantuk dari jenis mesin,beban kerjanya,jenis bahan pembuat mesin dan faktor lainya.Untuk mesin bubut disarankan sebagai berikut:

a.Untuk mesin baru dilakukan pengantian oli setelah mesin beroperasi selama 500 jam kerja,
b.Untuk mesin-mesin yang sudah lama dioperasikan pengantian oli pelumas mesin setelah mesin bekerja selama 10 bulan operasi


Pada mesin bubut ini pelumasan mesin telah ditentukan baik untuk bagian mana yang harus dilumasi dan jenis pelumas apa yang digunakan.seperti gambar dibawah ini: